INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

TIGA siswa SMA Sutomo tergabung pada tim Sutomo 1 INVOKER berhasil menjadi juara I pada Indonesian Robotic Olympiad (IRO) di Surabaya pada 2-3 September 2016. 

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1, Ir Khoe Tjok Tjin didampingi ketiga siswa yang membawa harum nama Sutomo, Kevin Putra, Fernando Rusli dan Steven kepada Analisa di Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan, Jalan Kolonel Martinus Lubis Medan, Selasa (6/9). 

Tim Sutomo berhasil mengalah tim-tim lain seperti Garuda Kencana dari Bali, REC PB 02S (Jakarta), AEA Robot (Bandung), Sampoerna Discoverer (Medan), REC PB 01S (Jakarta) dan CYBORG LIFE (Surabaya). Nilai yang diraih mencapai 300, sementara lawan-laannya hanya meraih 240 bahkan ada yang 70. 

 

Khoe Tjok Tjin  mengapresiasi prestasi anak didiknya yang meraih juara I IRO di Surabaya. Prestasi tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan sekolah. Bahkan, setelah dilakukan perombakan manajemen, ekskul Robotik SMA Sutomo 1 Medan melejit dengan meraih prestasi nasional dua tahun berturut-turut sejak 2015 dan 2016. 

Menurutnya, ekskul Robotik sangat diminati anak-anak dan yang mengikuti mencapai dua kelas terdiri dari kelas dasar dan lanjutan. Ke depan, ekskul akan ditingkatkan sampai bisa merancang robot sendiri. Ekskul ini manfaatnya sangat baik untuk masa depan. Apalagi, anak-anak sekarang tidak suka terhadap pekerjaan berat melainkan kerja-kerja yang mengandalkan otak dan berhubungan dengan IT. “Ekskul robot tepat dan siswa menemukan dunia mereka,” katanya. 

Kevin Putra bersama Fernando Rusli dan Steven mengatakan, sebelum prestasi nasional. Tim berhasil meraih juara di tingkat regional yakni Sumatera Utara. “Saat itu, ada Robotic Competition For School (RCS) yang diadakan di Mikroskill dan meraih juara I. Dari hasil ini, diikutsertakan pada IRO dan juga berhasil meraih yang terbaik. Rencananya, akan mengikuti kompetisi robotik dunia yang akan diselenggarakan di India,” katanya.  

Selengkapnya...

siswa sutomoSiswa SMA Sutomo 1 Medan kem­bali mengukir prestasi inter­na­sio­nal dan mengharumkan na­ma Indo­nesia.

Prestasi kali ini meraih me­dali perunggu pada Olimpiade Biologi Internasional ke 27 di Hanoi, Viet­nam yang digelar 17-24 Juli 2016.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada Analisa di ruang ker­janya, di Jalan Let­kol Martinus Lu­bis No 7 Medan, Kamis (28/7). Dia men­jelas­kan, siswa Sutomo yang meraih prestasi interna­sio­nal yakn­i Andrea Laurentius. Saat ini du­duk di kelas III dan merupa­kan anak yang pintar karena me­mang ma­suk dalam ke­las aksele­rasi. “Saat ini Andrea Laurentius be­lum kembali masih di luar negeri. Tetapi, infor­masi kemena­ngan sudah diberikan ke­pada sekolah,” ucapnya.

Khoe Tjok Tjin mengatakan, Ya­ya­san Perguruan Sutomo sa­ngat ber­syukur dengan prestasi inter­nasional ini dan mem­buk­tikan SMA Sutomo 1 tetap men­ja­di andalan tim na­sional dan se­tiap lomba menjadi perhitu­ngan dunia internasional.

“Keikutsertaan Andrea Lau­ren­­tius ke ajang olimpiade Biologi inter­nasional tidak terlepas dari prestasi ber­jenjang yang dia raih. Awalnya, meraih prestasi ONS tingkat Kota Medan, Provinsi dan pada OSN tahun 2015 di Yogya­karta.

Saat itu, Andrea me­raih medali perunggu. Tetapi saat pem­binaan An­drea me­nun­juk­kan bukti men­jadi terbaik dan men­jadi tim Indo­nesia,” katanya.

Dijelaskannya, Andrea Lau­rien­­tius dipanggil untuk mengi­kuti pembinaan. Mulai dari 16 be­sar, 8 besar sampai menjadi 4 be­sar dan Hasilnya, cu­kup meng­gem­birakan. Mampu membawa harum nama Indonesia.

Sebelumnya, guru biologi SMA Sutomo 1, Arif menga­ta­kan, di SMA Sutomo 1 adalah klub pembinaan OSN. Ada se­ki­tar 60 siswa yang bergabung. “Siswa yang bergabung akan di­ikut­sertakan mengikuti OSN mulai dari tingkat kota, provinsi dan nasional. Mereka pengganti para se­nior yang sudah berprestasi di tingkat internasional,” katanya.

Pembinaan yang dilakukan, awal­nya seminggu sekali dan di­lan­jutnya jika mendekati per­lom­baan dua kali seminggu. “Prestasi Andrea Laurien­tius tidak terlepas sejak duduk di SMP dan terus di­bina sehingga bisa meraih pres­tasi inter­na­sional,” ucap­nya.

PENTAS seni dan kreativitas SD Sutomo 1 tahun pelajaran 2015-2016 berlangsung meriah.

 

Acara dibuka dengan pementasan tari. Selanjutnya diisi sambutan kepala sekolah, dan duet lagu ‘Mama’oleh Jason Presley Salim dan Kenji Marcius diiringi Ballet Audrey A Kholin.

Acara semakin meriah, ketika pihak panitia membaca pengumuman untuk lomba puisi Mandarin kelas I dan II (A dan B) serta pesan berantai Mandarin kelas V dan VI.

Ada juga penampilan juara Puisi Mandarin dan demo sains SD Sutomo 1 yakni kulit telur anti pecah. Acara dilanjutkan dengan pengumuman lombaEnglish Story Telling, menari Tor-Tor, dan pembacaan puisi Guru diiringi lagu Medie.

Para murid juga menampilkan drama musikal; Arti Sahabat dan dilanjutkan pengumuman lomba Spelling Bee dan lomba bulu tangkis. Acar diakhiri dengan menyanyikan ‘Cinta Untuk Mama’ dan We Are the World.

Pada kesempatan itu, Kepala SD Sutomo 1, Bu Helen dan Wakil Kepala Sekolah, Bapak Zulkarnaen Siregar menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Bu Helen mengatakan, pentas seni dan kreativitas ini mengusung tema ‘Kebersamaan’ dan merayakan Ibu Internasional.

“Sebelumnya ada kegiatan lomba, seperti lomba bahasa Inggris, Mandarin, Komputer dan Desain. Tapi, yang dibagikan hadiah yakni terkait bahasa dan olahraga khususnya Bulu Tangkis,” katanya.

Menurutnya, perlombaan ini disesuaikan ada yang untuk murid kelas I dan ada juga untuk murid yang kelas VI atau kelas lainnya. “Semua kegiatan ini diikuti karena para murid sebelumnya sudah tergabung dengan ekskul seperti ekskul olahraga dan non olahraga. Untuk non olahraga yakni kesenian dan ilmu pengetahuan seperti matematika dan IPA sedangkan kesenian, menari, melukis dan lain,” katanya.

Dia mengakui, pentas seni ini dilaksanakan rutin untuk mengasah bakat siswa.

Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan meraih me­dali emas dan perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar 15-21 Mei 2016 di Palembang.

Prestasi ini membuk­ti­kanYayasan Perguruan Su­tomo Medan tidak pernah ke­ha­bisan siswa-siswa yang ber­prestasi sehingga mampu mengharumkan nama seko­lah dan daerah seperti Sumut dan Kota Medan di tingkat nasional bahkan interna­sional.

Kepala SD Sutomo 1 Me­dan, Helen SSi, APt kepada Analisa, Senin (23/5) menga­takan, dua siswanya meraih medali pada OSN 2016. Satu meraih medali emas dan pe­runggu di bidang studi Mate­matika. Peraih emas Hendy Sutono dan medali perunggu Jessy Mazuki.

“Hasil seleksi OSN 2016 untuk SD diumumkan 19 Mei 2016 malam dengan hasil Sumut meraih dua medali, kedua-duanya dari SD Suto­mo 1 Medan,” kata Helen penuh bangga.

Dia mengatakan, sebe­lum­nya pada OSN 2015 di Yogyakarta salah seorang sis­wanya Alvinsen Japutra (SD Sutomo 1 Medan) me­raih medali perak  dan meraih medali perak pada IMSO 2015 (1-17 November 2015) di Pathumtahi, Thailand. “Saat ini Alvinsen Japutra diundang mengikuti Odyssey of The Mind di Iowa, Amerika Serikat pada 25-28 Mei 2016.

Sementara Kepala SMP Sutomo 1 Medan, Dra Tania Salim mengatakan, seorang siswanya Jonathan Willianto (siswa VIII-02) meraih me­dali perunggu di OSN tingkat nasional di Palembang, Su­matera Selatan mata pela­jaran IPA.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, ada 6 siswanya meraih medali pada OSN 2016 di Palembang. Keenam siswanya semuanya meraih medali perunggu yakni Ka­trinia meraih medali perung­gu bidang studi Kebumi­an, Maxmillion Kenny (bidang Geografi), Bella Godiva (bi­dang Fisika), sedangkan bi­dang Fisika Gilber dan Owen Khosashi, sedangkan Dustin Jourdan (bidang astronomi).

Selain prestasi OSN, lanjut Khoe Tjok Tjin siswi Sutomo 1 Medan, Karyn Les­lie meraih best performance pada kompetensi Bahasa Mandarin “Chinese Bridge” tingkat SMA se Dunia ke 19 yang berlangsung 14-15 Mei 2016 di Jakarta.

Khoe Tjok Tjin menam­bahkan, salah satu siswanya Jovanovick Luidaniel lolos pada World School Debate Championship (WSDC) tingkat nasional dan akan bersaing di tingkat inter­nasional di Stuggart,Jerman pada 19-29 Juli 2016.

Peraih medali emas OSN di Palembang untuk tingkat SD bidang studi Matema­tika, Hendy Sutono yang saat ini kelas V/E mengatakan sangat senang meraih pres­tasi ini.

“Senang bisa meraih prestasi nasional ini. Semua tidak terlepas dari bimbingan guru di sekolah,” ujarnya yang me­ngaku saingan terberat dari Jawa Tengah dan DKI Ja­karta.

Rasa Bangga

Selengkapnya...

sutomoPemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas. 

"Kita ubah sekarang yang namanya nama baik itu jadi integritas. Kalau kemarin nama baik itu angka nilai tinggi kan? Sekarang kita bilang, nama baik anda itu integritas," ujar Mendikbud Anies Baswedan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakara Pusat, Senin (21/12).

Pada pagi tersebut sebanyak 503 kepala sekolah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara untuk menerima Anugerah Integritas. Sekolah yang mereka pimpin berhasil mempertahankan indeks integritas ujian nasional (IIUN) selama 5 tahun berturut-turut. Dari 503 tersebut, hanya 7 di antaranya asal Sumatera Utara. 

Ketujuh Sekolah asal Sumatera Utara tersebut antara lain SMA Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Swasta St.Thomas 1 Medan, SMA Negeri 5 Medan, SMP Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Negeri 1 Binjai, SMA Negeri 1 Matauli Pandan Tapteng dan SMA Negeri 2 Balige Tobasa. 

Proses penghitungan indeks tersebut dilihat dari kecenderungan jawaban para siswa saat ujian. Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang jawabannya seragam, maka kecenderungan contek-menconteknya tinggi. Ironisnya, beberapa sekolah masih ada yang gurunya membocorkan kunci jawaban kepada murid-muridnya. Semua itu demi sekolahnya mendapat nilai tinggi. 

Anies kemudian menunjukkan diagram IIUN. Tampak persentase terbanyak adalah sekolah yang meraih nilai tinggi, tetapi integritasnya rendah. Maka dari itu sekarang, sekolah yang integritasnya tinggi itu dipasangi plang bertuliskan Sekolah Berintegritas. Jadi masyarakat bisa tahu sekolah mana yang jujur dan mana yang sebaliknya, tutur Anies. 

Selengkapnya...

 
 

Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Lomba membaca berita antar siswa SMA ini, merupakan salah satu kegiatan Lions Clubs di bidang remaja yang setiap tahun mendapat respon positif dari para pelajar. Mereka yang memiliki bakat dan keahlian serta cita-cita menjadi seorang pembaca berita di TV, dapat berekspresi dengan menjadi bagian dari peserta.

Saat lomba, mereka dishooting kamera dan ditayangkan langsung melalui TV yang langsung menjadi bahan penilaian pa­­ra juri.

Ketua Komite Youth Yanno,ST didam­pingi Ketua Panitia Eric Cardana serta Wakil Sekab Distrik Herman Liu yang sebagai Koordinator Event ini menyam­paikan, terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengirim para siswa terbaiknya untuk ikut pada kegiatan tersebut.

Semua  peserta berkompetisi dangan baik, mulai dari penyisihan hingga final. Kualitas peserta kali ini, dinilai cukup meningkat dan juga mendapat perhatian yang ramai dari para suporter masing-masing ataupun pengunjung mall.

 

Selengkapnya...

 

Ini baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (5/8).
Dia menjelaskan, Joandy Leonata Pratama siswa yang berprestasi dan mendapat tiga posisi juara sekaligus. Medali emas dengan rangking tertinggi dari total 11 orang, kemudian menyabet Best Observation dan Absolute Winner.
Joandy Leonata Pratama mengaku sangat berhagia mendapatkan tiga posisi juara sekaligus. Medali emas, best observation dan absolute winner.
Dia menambahkan, ada empat  jenis pertandingan dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 yakni tes observasi, tes teori, analisis data dan kompetisi tim.
“Untuk pengamatan, kita lakukan di Candi Borobudur pada malam hari,” ucap remaja yang suka membaca buku-buku dan ingin kuliah di jurusan technical material Nanyang Technology University, Singapura.
Sebelumnya, prestasi yang diraih yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 dan IOOA tahun 2014 di Rumania meraih medali perunggu.
Sementara Brian Yaputra kali ini meraih medali perak. Dia mengaku sangat senang atas prestasi ini sehingga mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Dia mengaku senang dapat bertemu dan berkumpul dengan peserta dari negara lain, Brian Yaputra mengaku ingin melanjutkan kuliah di Jepang dengan konsetrasi Teknik Sipil. “Saya ingin kuliah di Jepang. Kuliah di luar negeri itu menyenangkan, bisa bertemu banyak teman dan tentunya lebih mandiri dan tantangan lebih besar,” katanya.

Selengkapnya...