INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan meraih me­dali emas dan perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar 15-21 Mei 2016 di Palembang.

Prestasi ini membuk­ti­kanYayasan Perguruan Su­tomo Medan tidak pernah ke­ha­bisan siswa-siswa yang ber­prestasi sehingga mampu mengharumkan nama seko­lah dan daerah seperti Sumut dan Kota Medan di tingkat nasional bahkan interna­sional.

Kepala SD Sutomo 1 Me­dan, Helen SSi, APt kepada Analisa, Senin (23/5) menga­takan, dua siswanya meraih medali pada OSN 2016. Satu meraih medali emas dan pe­runggu di bidang studi Mate­matika. Peraih emas Hendy Sutono dan medali perunggu Jessy Mazuki.

“Hasil seleksi OSN 2016 untuk SD diumumkan 19 Mei 2016 malam dengan hasil Sumut meraih dua medali, kedua-duanya dari SD Suto­mo 1 Medan,” kata Helen penuh bangga.

Dia mengatakan, sebe­lum­nya pada OSN 2015 di Yogyakarta salah seorang sis­wanya Alvinsen Japutra (SD Sutomo 1 Medan) me­raih medali perak  dan meraih medali perak pada IMSO 2015 (1-17 November 2015) di Pathumtahi, Thailand. “Saat ini Alvinsen Japutra diundang mengikuti Odyssey of The Mind di Iowa, Amerika Serikat pada 25-28 Mei 2016.

Sementara Kepala SMP Sutomo 1 Medan, Dra Tania Salim mengatakan, seorang siswanya Jonathan Willianto (siswa VIII-02) meraih me­dali perunggu di OSN tingkat nasional di Palembang, Su­matera Selatan mata pela­jaran IPA.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, ada 6 siswanya meraih medali pada OSN 2016 di Palembang. Keenam siswanya semuanya meraih medali perunggu yakni Ka­trinia meraih medali perung­gu bidang studi Kebumi­an, Maxmillion Kenny (bidang Geografi), Bella Godiva (bi­dang Fisika), sedangkan bi­dang Fisika Gilber dan Owen Khosashi, sedangkan Dustin Jourdan (bidang astronomi).

Selain prestasi OSN, lanjut Khoe Tjok Tjin siswi Sutomo 1 Medan, Karyn Les­lie meraih best performance pada kompetensi Bahasa Mandarin “Chinese Bridge” tingkat SMA se Dunia ke 19 yang berlangsung 14-15 Mei 2016 di Jakarta.

Khoe Tjok Tjin menam­bahkan, salah satu siswanya Jovanovick Luidaniel lolos pada World School Debate Championship (WSDC) tingkat nasional dan akan bersaing di tingkat inter­nasional di Stuggart,Jerman pada 19-29 Juli 2016.

Peraih medali emas OSN di Palembang untuk tingkat SD bidang studi Matema­tika, Hendy Sutono yang saat ini kelas V/E mengatakan sangat senang meraih pres­tasi ini.

“Senang bisa meraih prestasi nasional ini. Semua tidak terlepas dari bimbingan guru di sekolah,” ujarnya yang me­ngaku saingan terberat dari Jawa Tengah dan DKI Ja­karta.

Rasa Bangga

Selengkapnya...

sutomoPemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas. 

"Kita ubah sekarang yang namanya nama baik itu jadi integritas. Kalau kemarin nama baik itu angka nilai tinggi kan? Sekarang kita bilang, nama baik anda itu integritas," ujar Mendikbud Anies Baswedan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakara Pusat, Senin (21/12).

Pada pagi tersebut sebanyak 503 kepala sekolah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara untuk menerima Anugerah Integritas. Sekolah yang mereka pimpin berhasil mempertahankan indeks integritas ujian nasional (IIUN) selama 5 tahun berturut-turut. Dari 503 tersebut, hanya 7 di antaranya asal Sumatera Utara. 

Ketujuh Sekolah asal Sumatera Utara tersebut antara lain SMA Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Swasta St.Thomas 1 Medan, SMA Negeri 5 Medan, SMP Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Negeri 1 Binjai, SMA Negeri 1 Matauli Pandan Tapteng dan SMA Negeri 2 Balige Tobasa. 

Proses penghitungan indeks tersebut dilihat dari kecenderungan jawaban para siswa saat ujian. Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang jawabannya seragam, maka kecenderungan contek-menconteknya tinggi. Ironisnya, beberapa sekolah masih ada yang gurunya membocorkan kunci jawaban kepada murid-muridnya. Semua itu demi sekolahnya mendapat nilai tinggi. 

Anies kemudian menunjukkan diagram IIUN. Tampak persentase terbanyak adalah sekolah yang meraih nilai tinggi, tetapi integritasnya rendah. Maka dari itu sekarang, sekolah yang integritasnya tinggi itu dipasangi plang bertuliskan Sekolah Berintegritas. Jadi masyarakat bisa tahu sekolah mana yang jujur dan mana yang sebaliknya, tutur Anies. 

Selengkapnya...

 
 

Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Lomba membaca berita antar siswa SMA ini, merupakan salah satu kegiatan Lions Clubs di bidang remaja yang setiap tahun mendapat respon positif dari para pelajar. Mereka yang memiliki bakat dan keahlian serta cita-cita menjadi seorang pembaca berita di TV, dapat berekspresi dengan menjadi bagian dari peserta.

Saat lomba, mereka dishooting kamera dan ditayangkan langsung melalui TV yang langsung menjadi bahan penilaian pa­­ra juri.

Ketua Komite Youth Yanno,ST didam­pingi Ketua Panitia Eric Cardana serta Wakil Sekab Distrik Herman Liu yang sebagai Koordinator Event ini menyam­paikan, terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengirim para siswa terbaiknya untuk ikut pada kegiatan tersebut.

Semua  peserta berkompetisi dangan baik, mulai dari penyisihan hingga final. Kualitas peserta kali ini, dinilai cukup meningkat dan juga mendapat perhatian yang ramai dari para suporter masing-masing ataupun pengunjung mall.

 

Selengkapnya...

 

Ini baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (5/8).
Dia menjelaskan, Joandy Leonata Pratama siswa yang berprestasi dan mendapat tiga posisi juara sekaligus. Medali emas dengan rangking tertinggi dari total 11 orang, kemudian menyabet Best Observation dan Absolute Winner.
Joandy Leonata Pratama mengaku sangat berhagia mendapatkan tiga posisi juara sekaligus. Medali emas, best observation dan absolute winner.
Dia menambahkan, ada empat  jenis pertandingan dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 yakni tes observasi, tes teori, analisis data dan kompetisi tim.
“Untuk pengamatan, kita lakukan di Candi Borobudur pada malam hari,” ucap remaja yang suka membaca buku-buku dan ingin kuliah di jurusan technical material Nanyang Technology University, Singapura.
Sebelumnya, prestasi yang diraih yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 dan IOOA tahun 2014 di Rumania meraih medali perunggu.
Sementara Brian Yaputra kali ini meraih medali perak. Dia mengaku sangat senang atas prestasi ini sehingga mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Dia mengaku senang dapat bertemu dan berkumpul dengan peserta dari negara lain, Brian Yaputra mengaku ingin melanjutkan kuliah di Jepang dengan konsetrasi Teknik Sipil. “Saya ingin kuliah di Jepang. Kuliah di luar negeri itu menyenangkan, bisa bertemu banyak teman dan tentunya lebih mandiri dan tantangan lebih besar,” katanya.

Selengkapnya...

Prestasi internasional kembali diraih siswa SMA Sutomo 1 Medan. Kali ini Jaswin, siswa kelas XII IPA meraih medali perunggu pada ajang International Physic Olimpiad (IPhO) ke 46 yang berlangsung di Mumbai, India sejak 5-12 Juli 2015.

Jaswin saat ditemui di sekolah didampingi Kepala SMA Sutomo1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin, Jumat (24/7) begitu bergembira. Prestasi internasional yang diraih kali ini merupakan prestasi keduanya.

Sebelumnya saat dirinya masih SD pernah meraih medali perak pada ajang International Mathematics and Science Olimpyc  (IMSO) yang kebetulan ketika itu Indonesia menjadi tuan rumah.

Jaswin anak kedua dari Sulung Efendi dan Suraty Supandi mengaku mengikuti ajang internasional merupakan keinginan sejak kecil. “Senang, bisa bertemu dengan teman-teman dari seluruh dunia,” ucapnya.

Dirinya mengaku prestasi ini memang belum membuat dirinya terlalu puas, karena keinginannya adalah medali emas. Tetapi, medali perunggu juga menjadi sesuatu yang harus disyukuri. Makanya, remaja kelahiran 3 Desember 1998 ini akan mencobanya sekali lagi pada tahun depan.

Diakuinya, seleksi untuk bisa ikut di ajang IPhO memang tidak mudah, mulai dari seleksi kota pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota, provinsi hingga meraih medali emas pada OSN tahun 2013. Selanjutnya, mengikuti pelatihan nasional. “Dari puluhan peserta akhirnya menjadi lima peserta. Saya termasuk utusan Sumut khususnya kota Medan yang mewakili Indonesia. Keempat teman saya dari Menado, Surabaya dan dua dari Jakarta. Hasilnya, kami meraih 3 perak dan dua perunggu. Semua utusan Indonesia meraih medali dan juara umumnya Korea Selatan,” ceritanya.

Selengkapnya...

Prestasi-prestasi yang telah diraih oleh sekolah SMA Swasta Sutomo Medan dibidang Olimpiade Sains baik tingkat Nasional dan Internasional diharapkan menjadi spirit bagi sekolah-sekolah lain di Kota Medan. Selain itu, sekolah SMA Sutomo, juga diharapkan mau berbagi Ilmu dan pengetahuan untuk sekolah-sekolah lainnya, karena kebersamaan antar sekolah yang ada di Kota Medan inilah yang diharapkan.

Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama para siswi SMA Swasta Sutomo Medan, usai menampilkan permainan Angklong.

Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama para siswi SMA Swasta Sutomo Medan, usai menampilkan permainan Angklong.

Selengkapnya...

Tim basket putra dan putri SMA Sutomo 1 melakukan la­watan per­tan­dingan persaha­batan ke Malaysia pa­da 26 - 30 Maret mendatang.

Koordinator Yayasan Per­gu­ruan Suto­mo sekaligus tim manajer Drs Jo­han Arifin pada saat pembe­rangkatan me­lalui Bandara Kuala Namu, Kamis (26/3) pagi menyebutkan, la­watan tan­ding ini merupakan ap­resi­asi dari yayasan atas pres­tasi yang dicapai tim basket pelajar Su­tomo 1 selama ini.

“Melalui lawatan ini sekali­gus men­jalin persahaban de­ngan tim basket di luar negeri serta mencari lawan tanding yang tangguh guna menin­gkatkan prestasi yang telah di­capai selama ini,” ujarnya.

Selama lawatan, tim Suto­mo 1 akan mengunjungi tiga kota yakni Penang, Ipoh, Kuala Lumpur dan akan mela­kukan pertandingan persahabatan ma­sing-masing tim putri dan putra mela­wan Youngsters Penang dan Ipoh basketball associa­tion.

Rombongan yang berjum­lah 30 itu dipimpin manajer Drs Johan Arifin didampingi Kepala SMA Sutomo 1 Ir.Khoe Tjok Tjin dengan pelatih tim putra Suwandy, Handy Sunan­di dan pemain antara lain Gery, Blywee, Teemo,Juan Harsab Maulana , Jason, Joey, Kevin Chang, Javier, Fe­lix Ko­sim, Edric, Antony dan Gilang

Sedangkan tim putri binaan pelatih Sunny Santoso dan Jen­ny dengan pe­main Nathania, Jenny Jeseline Yeohan, Fere­sis­ka, Cynthia, Angely, Chris­tin, Wydeline, Cindy, Audy, Cla­­rissa, Andrea dan Velicia. Seluruh rombongan berto­lak ke Malaysia dengan meng­gunakan pesawat Airasia.