INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

Adrian Nugraha UtamaMedan, (Analisa). Untuk kesekian kalinya prestasi terbaik ditorehkan oleh siswa SMA Sutomo 1 Medan dalam ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke -43 yang berlangsung di Estonia, 15-24 Juli 2012. Tahun ini prestasi tersebut diraih oleh Adrian Nugraha Utama.

Event ini merupakan event Internasional resmi yang paling bergengsi di bidang ilmu Fisika dunia, dimana semua siswa peserta merupakan hasil seleksi dari masing-masing negara sebelum tampil di ajang IPhO tersebut."Keberhasilan siswa Sutomo pada ajang IPhO ini membuktikan prestasi nyata dari kita. Bukan tahun ini aja siswa Sutomo bisa berhasil medali emas. Sejak puluhan tahun lalu, siswa kita terus meraih emas pada ajang yang bertaraf Internasional," ujar Kepala Sekolah SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin kepada Analisa, Kamis (2/8).

Sebelum keberhasilan Adrian, tercatat pada tahun 2009, Ady Suwardi juga berhasil meraih emas pada ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), begitu juga dengan Rudi Handoko Tanin yang dua kali meraih emas pada ajang APhO di Shanghai, China tahun 2007 dan ajang IPhO di Hanoi, Vietnam tahun 2008.


84 negara

Pada tahun ini, Adrian berhasil bersama peserta asal China dan Rusia meraih medali Emas pada event yang diikuti peserta asal 84 negara yang turut ambil bagian pada IPhO ini.Emas yang diraih Adrian ini merupakan Emas satu-satunya yang diperoleh kontingen Timnas Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), sementera ke-empat peserta lainnya dari Indonesia yakni Luqman Fathurrahim siswa dari SMAN Sragen Bilingual Boarding School, Jawa Tengah hanya berhasil meraih perunggu dan tiga siswa lainnya Ramadhiansyah siswa SMAN 78 Jakarta, I Made Gita Narendra Kumara siswa SMA Bali Mandara, serta Werdi Wedana Gunawan dari SMAN 4 Denpasar hanya mendapatkan penghargaan berupa Honorable Mention.

"Sebelum mengikuti ajang ini, Adrian juga telah dibekali pembekalan ilmu dari sekolah. Lewat guru pendamping siswa berprestasi yang kita siapkan, Adrian dilatih dengan membahas penyelesaian naskah soal maupun pratikum," ucap Tjok Tjin kembali.Fasilitas yang diberikan pihak sekolah juga membantu Adrian mengasah kemampuan bidang Fisika.


Naskah soal yang juga dibahas merupakan naskah soal setingkat Strata 2 dan 3. Naskah soal dipelajari dari ajang-ajang IPhO yang digelar pada tahun-tahun sebelumnya."Persiapan Adrian sebelum berangkat mengikuti ajang dunia ini, kami telah memberikan pelatihan yang cukup dari segi kuantitas dan kualitas soal, sehingga pada perlombaan disana Adrian tidak mengalami kesulitan didalam mengerjakan soal selama event berlangsung" demikian disampaikan Salim Sabtu, guru pembimbing Adrian.

Dengan berhasilnya Adrian membawa nama Indonesia khususnya Sumatera Utara dan Medan, mereka berharap pemerintah terus mendukung prestasi anak bangsa. "Sejauh ini pemerintah sudah mendukung, alangkah baiknya jika para siswa berprestasi dunia kedepannya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi sesuai dengan pilihan si anak," harapnya