INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

(Analisa/muhammad arifin) MEDALI OSN: Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan didampingi kepala sekolah masing-masing menunjukkan medali OSN yang digelar di Yogyakarta dan Palu, Selasa (26/5).

Medan, (Analisa). Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan merajut prestasi di ajang Olimpade Sains Nasional (OSN) tahun 2015 di Yogyakarta untuk tingkat SD dan SMA, serta OSN di Palu, Sulawesi Tengah untuk tingkat SMP. Tahun ini siswa Sutomo meraih tiga medali perak dan empat medali perunggu.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin didampingi Kepala SMP Sutomo 1, Dra Tania Salim, dan Kepala SMP Sutomo 2, Ferry, S.Mn, dan Kepala SD Sutomo 1, Helen, S.Si.Apt, di Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Selasa (26/5).

Dia menjelaskan, tiga medali perak pada OSN 2015 diraih siswi Sutomo 1 Medan Bella Godiva bidang Fisika dan Jesslyn Jane bidang Kebumian. Avinsen Japutra kelas V SD Sutomo 1 Medan bidang matematika.

Sedangkan medali perunggu diraih, siswa SMA Sutomo 1 Medan Andrea Laurentius bidang biologi, Jofiandy Leonata P bidang astronomi. Dua medali perunggu lainnya diraih Catherine Charles bidang matematika siswi SMP 1 Sutomo dan Brenna Varian kelas VIII SMP Sutomo 2 Medan.

Selain ajang OSN, siswa Sutomo juga saat ini meraih prestasi internasional yakni Joandy Leonata Pratama kelas XII IPA 03 meraih mendali perunggu pada ajang International Olimpiads on Astronomi and Astrophysics (IOAA) ke 8 yang dilaksanakan 1-11 Agustus 2014 lalu di Suceava Guru, Rumania. Prestasi internasional lain, Jaswin akan mengikuti ajang International Physics Olympiad (IPho ) XLVI di Mumbai-India.

Beri Apresiasi

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, prestasi tahun ini memang belum sesuai harapan. Salah satunya, siswa Sutomo tidak memperoleh medali emas.

 

“Ya, tahun demi tahun selalu ketat persaingan. Kita akui tahun ini prestasi tidak sesuai harapan. Tidak ada yang memperoleh medali emas. Tetapi, ke depan akan lebih ditingkatkan dan kepada Pemprovsu melalui Dinas Pendidikan Provsu agar lebih fokus untuk mempersiapkan peserta,” katanya.

Apapun hasil, lanjut Khoe Tjok Tjin Yayasan Perguruan Sutomo Medan tetap memberikan beasiswa kepada siswa yakni bebas uang sekolah selama 1 tahun.

Minta Pemerintah Fokus

Permintaan perhatian, lanjut Khoe Tjok Tjin juga disampaikan rekan-rekan kepala sekolah. Mereka meminta kepada Dinas Pendidikan Provsu agar kebiasaan sebelum berangkat harus diberi pembekalan untuk memaksimalkan prestasi anak-anak bisa maksimal.

“Kalau dua tahun ini hampir tidak ada masa karantina. Siswa tidak diberi pembekalan sebagaimana dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Seharusnya, Dinas Pendidikan Provsu fokus dan memberikan pelatihan intensif dengan menghadirkan pakar-pakar untuk melatih dan membimbing mereka agar menjadi yang terbaik,” kata ucap Helen, Tania dan Ferry.

Ketiganya berharap, agar Pemprovsu melalui Dinas Pendidikan Sumut pro aktif dan peduli khususnya mempersiapkan duta-duta Sumut di ajang OSN. “Sesuai dengan pengakuan anak-anak, perwakilan dari Jawa tersebut kelebihannya yakni adanya perhatian dari pemerintah daerahnya. Kita sudah dua tahun ini tidak ada. Hanya pemberitahuan pergi saja dan berkumpul di Bandara Kualanamu,” ucap mereka.

Sejumlah siswa, Jofiandi dan Andreas Laurentius mengaku, OSN tahun ini persaingan sangat ketat khususnya peserta dari Jawa. “Ya, sangat ketat persaingan, khususnya peserta dari Jawa. Mungkin karena mereka memang pintar sejak kecil ya dan perhatian pemerintahan juga lebih,” akunya.

Jalur Undangan

Sebelumnya, Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Khoe Tjok Tjin menjelaskan, sebanyak 40 siswa SMA Sutomo 1 Medan diterima melalui jalur undangan di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia seperti 17 di ITB, 10 di UGM, 4 di Unpad, 6 di UI dan 3 di USU. (maf)