INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

siswa sutomoSiswa SMA Sutomo 1 Medan kem­bali mengukir prestasi inter­na­sio­nal dan mengharumkan na­ma Indo­nesia.

Prestasi kali ini meraih me­dali perunggu pada Olimpiade Biologi Internasional ke 27 di Hanoi, Viet­nam yang digelar 17-24 Juli 2016.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada Analisa di ruang ker­janya, di Jalan Let­kol Martinus Lu­bis No 7 Medan, Kamis (28/7). Dia men­jelas­kan, siswa Sutomo yang meraih prestasi interna­sio­nal yakn­i Andrea Laurentius. Saat ini du­duk di kelas III dan merupa­kan anak yang pintar karena me­mang ma­suk dalam ke­las aksele­rasi. “Saat ini Andrea Laurentius be­lum kembali masih di luar negeri. Tetapi, infor­masi kemena­ngan sudah diberikan ke­pada sekolah,” ucapnya.

Khoe Tjok Tjin mengatakan, Ya­ya­san Perguruan Sutomo sa­ngat ber­syukur dengan prestasi inter­nasional ini dan mem­buk­tikan SMA Sutomo 1 tetap men­ja­di andalan tim na­sional dan se­tiap lomba menjadi perhitu­ngan dunia internasional.

“Keikutsertaan Andrea Lau­ren­­tius ke ajang olimpiade Biologi inter­nasional tidak terlepas dari prestasi ber­jenjang yang dia raih. Awalnya, meraih prestasi ONS tingkat Kota Medan, Provinsi dan pada OSN tahun 2015 di Yogya­karta.

Saat itu, Andrea me­raih medali perunggu. Tetapi saat pem­binaan An­drea me­nun­juk­kan bukti men­jadi terbaik dan men­jadi tim Indo­nesia,” katanya.

Dijelaskannya, Andrea Lau­rien­­tius dipanggil untuk mengi­kuti pembinaan. Mulai dari 16 be­sar, 8 besar sampai menjadi 4 be­sar dan Hasilnya, cu­kup meng­gem­birakan. Mampu membawa harum nama Indonesia.

Sebelumnya, guru biologi SMA Sutomo 1, Arif menga­ta­kan, di SMA Sutomo 1 adalah klub pembinaan OSN. Ada se­ki­tar 60 siswa yang bergabung. “Siswa yang bergabung akan di­ikut­sertakan mengikuti OSN mulai dari tingkat kota, provinsi dan nasional. Mereka pengganti para se­nior yang sudah berprestasi di tingkat internasional,” katanya.

Pembinaan yang dilakukan, awal­nya seminggu sekali dan di­lan­jutnya jika mendekati per­lom­baan dua kali seminggu. “Prestasi Andrea Laurien­tius tidak terlepas sejak duduk di SMP dan terus di­bina sehingga bisa meraih pres­tasi inter­na­sional,” ucap­nya.