INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

SISWA SMA Sutomo 1 Me­dan kembali meng­harum­kan nama Indo­nesia di ajang inter­nasional. Kali ini, Jofiandy Leonata Pra­tama siswa kelas XII MIA 03 berhasil me­raih medali pe­rung­gu pada 10th Inter­na­tional Olympiad As­tro­nomy and As­trophysics (IO­AA) pada 9-19 De­sem­ber di Bhu­banes­war, India.

Demikian di­sam­paikan Ke­pala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin didam­pingi Jo­fian­dy di ruang kerja ke­pala sekolah, Jalan Let­kol Martinus Lu­bis Medan, Ra­bu (21/12). Di ajang ini tim nasional Indonesia berhasil meraih 4 medali perunggu dan 1 medali perak.

Jofiandy me­ngatakan, ke­ikut­sertaan di ajang internasional tidak terlepas dari ta­hapan seleksi di sekolah untuk mengi­kuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat kota, provinsi dan nasional. Berhasil men­jadi utusan provinsi, dirinya pun meraih medali perunggu pada OSN 2015 di Yogyakarta.

 

"Meski meraih perunggu saya dipang­gil mengikuti seleksi untuk tim Indo­nesia. Mulai dari pengambilan 18 besar, 10 besar dan akhirnya menjadi 5 orang (tim inti). Pelatihan dilakukan minggu, harian, dan dilakukan test awal dan akhir untuk melihat performance. Ada tidak kenaikannya,” katanya.

 

Di India, ada perlombaan untuk tim dan per individu. Masing-masing menun­jukkan kemampuan terbaik. Indonesia patut dibang­gakan karena mampu meraih lima medali, 4 medali perunggu dan 1 perak.

Dia mengaku, salah satu penyebab Indo­nesia tidak meraih medali emas karena kekurangan waktu yang dise­diakan. "Tahun ini ada peraturan baru terkait tipe-tipe soal. Tim Indonesia kurang menduga  tipe soalnya panjang sehingga kekurangan waktu. Biasanya hanya 13 soal dan pendek-pendek, satu soal langsung jawab. Tahun ini, ada yang baru. Antara lain, ada tiga tipe soal, satu pendek langsung jawab, ada soal medium dan soal panjang," katanya.

Ketertarikan di bidang astronomi tidak terlepas dari peran abangnya, Joandy Leo­nata Pratama yang sebelumnya sukses di bidang astronomi. Meraih medali emas dan mendapat predikat absolute winner pada ajang IOOA ke-9 di Magelang, Jawa Tengah.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada “Analisa” mengatakan, prestasi internasional selalu diraih SMA Sutomo Medan. Salah satunya, perhatian yayasan yang begitu besar terhadap pengembangan prestasi peserta didik. Untuk astranomi ada kelas khusus dengan fasilitas yang lengkap seperti teleskop. "Peralatan dan tempat belajar disediakan khusus,” katanya.

Bidang astronomi, selalu sukses meraih prestasi di tingkat nasional dan inter­nasional. Kesuksesan ini tidak terlepas dukungan tiga komponen, sekolah, orangtua dan anak. “Ketiga harus ada. Kalau orangtua mendukung tetapi anak tidak mau juga salah ," katanya.