SELAMAT DATANG DI SD SUTOMO 1
BERITA KEGIATAN
Tiga Siswa SD Sutomo 1 Bertanding Robotik di Taiwan
29 Jul 2019

Sebanyak 12 pelajar SD, SMP dan SMA Sutomo 1 dan 2 berhasil mewakili Indonesia untuk ikut dalam R4M 2019 Competition yang digelar di National Chung Hsing University, Taichung Taiwan 30 Juli sampai 2 Agustus 2019.

Keduabelas pelajar tersebut, Edric Daniel Tanryo, Cathy Lawrence, Philbert Mayer yang ketiganya merupakan pelajar SD Sutomo 1. Selanjutnya Hans Nico Chandra, Filbert Alexander dan Michael Lius (SMP Sutomo 2). Pada tingkat SMA ada Junior Tanaya, Ryan Augustine dan Willy (SMA Sutomo 1) dan Chandra Wijaya, Simon dan Vicky Goh (SMA Sutomo 2).

“Kompetisi ini merupakan kompetisi berjenjang. Mereka bertanding mulai dari tingkat lokal pada Januari 2019 lalu, kemudian menang di lokal melaju ke nasio­nal Mei lalu di Jakarta. Dan ini ke jenjang yang lebih tinggi yakni interna­sional di Taichung, Taiwan,” ucap Kepala Sekolah SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin kepada wartawan usai pem­bekalan kepada para siswa yang berang­kat ke Taiwan, Jumat (26/7).

Pada pembekalan itu juga turut hadir Kepala SD Sutomo 1, Helen, Kepala SMP Sutomo 2, Elvinna, Kepala SMA Sutomo 2, Ferry, pendamping, Ali Thomas dan orangtua siswa.

Lebih lanjut dikatakan Khoe Tjok Tjin bahwa ini pertama kalinya Sutomo 1 dan 2 berlaga di kompetisi yang dilaksanakan World Greenmech tersebut. Ada bebera­pa negara yang akan bersaing di kom­petisi tersebut. Tahun lalu misalnya ada Taiwan sendiri sebagai tuan rumah, kemudian ada Thailand, Tiongkok, Hongkong dan Indonesia.

Kepada para siswa yang bertanding ia berpesan untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi tersebut. Waktu lebih kurang dua bulan menuju Taiwan juga sudah dimanfaatkan secara baik oleh mereka untuk latihan.

“Ini kan kompetisi robotik. Di sana mereka diminta menciptakan robot yang bisa memindahkan makanan dari salah satu tempat ke tempat lain. Ini salah satunya misalnya. Kemudian ada juga jenis robot lainnya. Jadi harapan saya apa yang sudah diberikan dalam pelatihan dapat diterapkan di sana,” pesannya.

Kepsek yang banyak melahirkan siswa-siswa berprestasi tersebut juga berharap bahwa SD, SMP dan SMA Sutomo 1 dan 2 bisa mengharumkan na­ma Indonesia di internasional. “Target­nya juara. Apalagi membuat robot ini sudah menjadi pembelajaran ekstra­kurikuler kita di sekolah ini,” ucapnya.

Dari jenjang SD, SMP dan SMA mendapat pembekalan mengenai robotik tiap minggunya. “Jadi bukan hal yang baru lagi bagi mereka. Dan ini juga menjawab pesan dari Pak Jokowi bahwa siswa kita harus siap di era revolusi 4.0 yang semuanya sudah canggih. Salah satunya ada peran dari robot ini. Dan Sutomo 1 dan 2 sudah melaksanakan tersebut,” ucapnya.

Salah seorang siswa yang bertanding, Vicky Goh mengatakan bahwa ia siap memberikan yang terbaik pada kompetisi tersebut. Sebagai salah satu peserta perempuan, ia menyebutkan bahwa di robotik, perempuan juga bisa sejajar dengan laki-laki.

“Anak perempuan juga bisa. Dan ini jadi ilmu dan pengalaman yang berharga bagi saya, bahwa robot itu bukan hanya identik dengan laki-laki, melainkan juga perempuan,” ucapnya