SELAMAT DATANG DI SMA SUTOMO 1 | : UJIAN SEMESTER GANJIL DIMULAI PADA TANGGAL 12 S.D. 20 DESEMBER 2019
BERITA PRESTASI
Indonesia Juara Umum Olimpiade Geografi Internasional
28 Aug 2019

Tim Indonesia menjadi juara umum pada 16th International Geography Olympiad (IGeo) atau Olimpiade Geog­rafi Inter­nasional ke-16 di Hong Kong, China, 5 Agustus 2019, setelah meraih dua medali emas dan dua perak.

Satu dari dua keping emas Indonesia salah satunya diraih Fernando, siswa Kelas XII  MIA 2 SMA Sutomo 1 Medan. Pe­ringkat kedua olimpiade ini diraih Amerika Serikat yang meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu. Posisi ketiga ditempati Inggris dengan satu emas, satu perak dan dua perunggu.

Olimpiade diikuti 44 negara melibatkan 176 peserta. Dari delapan kali ikut serta dalam iGeo ini, baru pada 2019 Indonesia merebut juara umum atau top countries.

Raihan prestasi membanggakan ini men­dapat apresiasi Kementerian Pendi­dikan dan Kebudayaan RI. Setiba di Tanah Air, kontingen langsung disambut Kasubdit Peserta Didik Dit PSMA Kemendikbud, Dr Juandanilsyah, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Atas raihan prestasi anak didiknya, apresiasi dan rasa bangga disampaikan Ketua Yayasan Perguruan Sutomo Medan, Johan Arifin didampingi Sekretaris Yaya­san, Hendra MPd, Bendahara Erlina, Pengawas Mico Halim dan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin, dalam konferensi pers di sekolah itu, Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Sabtu (10/8).

Johan Arifin mengaku sangat bangga atas prestasi internasional itu. Siswa SMA Sutomo memberi kontribusi sangat besar sehingga tim Indonesia berhasil merebut juara umum IGeo Ke-16 di Hong Kong.

Pihaknya, mulai dari yayasan, kepala sekolah hingga guru akan konsisten untuk memenuhi kebutuhan anak didik, yakni menyediakan segala keperluan dan dana yang dibutuhkan sehingga anak memiliki pengalaman yang lebih.

Sekretaris Yayasan, Hendra, menga­ta­kan, Fernando termasuk siswa cerdas de­ngan kelebihan adalah antusiasme tinggi dalam belajar dan mencari informasi se­hingga membuatnya berhasil.

Sementara, Erlina berpesan agar siswa­nya jangan lupa kepada almamater­nya. Juga, tidak boleh lupa kembali ke Indonesia apabila kelak menempuh pendi­dikan di luar negeri. “Ingat untuk tetap kembali ke Indonesia, membantu membe­sarkan bang­sa,” katanya.

Tidak Kalah

Kepala SMA Sutomo 1, Ir Khoe Tjok Tjin mengaku sangat bangga atas prestasi besar ini. Rasa bangga ini didasari karena pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat maupun Inggris. “Ini luar biasa. Pelajar Indonesia bisa mengalahkan negara maju. Prestasi ini juga membuktikan pendidikan di Sumatera Utara tidak kalah dari Jawa. Selama ini paradigma di masya­rakat pendidikan di Pulau Jawa hebat-hebat, tapi hal ini bisa dipatahkan melalui prestasi Fernando dan temannya yang kedua juga dari Medan,” urainya.

Fernando anak kedua dari pasangan Kho Jaw Ho dan Ari­a­ni bercerita, dia meraih medali emas di ajang inter­nasional bidang geografi melalui jalan yang panjang. Dia­wali dari SMP keikutsertaan sudah dilalui dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). Di bangku SMA, sejak 2017 dia sudah ikut OSN tingkat nasional dan mendapat medali perunggu.

Prestasi itu membuat dirinya ikut pelatnas dan mengikuti seleksi empat tahap sampai akhirnya menjadi utusan Indonesia mengikuti olimpiade serupa di Kanada, 2018, dan berhasil meraih medali perak. Kemudian, akhirnya, pada 5 Agustus 2019, dia sukses meraih medali emas pada IGeo ke-16.

Remaja kelahiran 19 Mei 2002 ini me­miliki pola belajar, yakni belajar di rumah dengan membaca buku-buku refe­rensi ten­tang geografi serta belajar penuh di per­pustakaan.

Prestasi membanggakan ini selaras dengan tagline 74 tahun Indonesia Merdeka yakni “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Fernando sudah membuktikannya dan tak salah jika dia berkeinginan mendapat beasiswa dari negara untuk bisa mewu­judkan cita-citanya menjadi peneliti atau ahli dalam tata kota.